Minggu, 27 Agustus 2017

Mempekerjakan otak!

Sebelum lebih banyak bercerita tentang otak, saya ingin berbagi sebuah quote dari Tony Buzan: Your brain is just like a sleeping giant. .. sudah pernah tau?
 

Otak adalah benda luarbiasa yang dimiliki manusia, saat berusia dua tahun, Anda mulai berkomunikasi dengan bahasa (bahasa bayi/isyarat tentunya). Hebatnya, keterampilan tersebut dapat Anda kuasai tanpa buku tata bahasa dan sekolah. Saat berusia belum sampai lima tahun, Anda sudah mempelajari 90% dari semua kata yang orang dewasa sering gunakan dalam kehidupannya. Jika Anda tinggal bersama orang yang menggunakan lebih dari satu bahasa, mungkin Anda akan lancar menggunakan kedua bahasa tersebut. Pada usia enam atau tujuh tahun, Anda menjalani tugas belajar tersulit yaitu belajar membaca. Sampai pada akhirnya Anda dapat membaca tulisan ini tanpa ada satupun kesulitan.

Sudah banyak yang menyatakan bahwa otak itu lebih canggih dari super computer sekalipun.

Otak seorang yang normal dan sehat memiliki sekitar 200 miliar sel saraf, yang terhubung satu sama lain melalui ratusan triliun sinaps (penghubung satu neuron dan neuron berikutnya). Sinaps berfungsi seperti mikroprosesor, dan 10.000 di antaranya bertugas menghubungkan satu neuron ke sel saraf lainnya.

peneliti dari Stanford University School of Medicine, yang telah menghabiskan waktunya beberapa tahun terakhir untuk membuat model rekayasa pencitraan baru tentang otak, yang disebutnya tomografi array (array tomography).

tim tidak langsung mengambil sampel manusia, melainkan tikus. Tikus dipilih karena otaknya secara biologis memiliki neuron lebih besar dan tampak dari kulit otak. Cahayanya kuning-hijau. Dengan adanya cahaya ini, peneliti jadi mampu melihat sinaps dengan latar belakang neuron.

Pada penelitiannya terhadap manusia, mereka menemukan bahwa otak manusia ternyata jauh lebih kompleks dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya, bahkan sampai ke titik di luar dugaan.

"Satu sinaps seperti sebuah mikroprosesor, lengkap dengan media penyimpanan dan elemen untuk memproses informasi, bukan sekadar tombol on dan off," kata Stephen Smith, profesor fisiologi molekuler dan seluler yang juga punya andil besar pada penelitian tersebut.

"Satu sinaps bisa menampung 1.000 tombol skala molekuler. Itu baru satu sinaps. Bisa dibayangkan, satu otak manusia memiliki berapa tombol. Bisa melebihi seluruh tombol komputer, router dan koneksi seluruh Internet yang ada di bumi," jelas Smith, yang dikutip VIVAnews dari Cnet, Minggu 21 November 2010.

cabang-cabang sinaps sangat tipis dan bisa terhenti pertumbuhannya jika otak tidak dilatih berpikir (menurunkan kinerja otak). Namun jika otak terbiasa kita latih berpikir seperti membaca, menulis, analisa sesuatu, berimajinasi, kreatif mencari terobosan, kerja keras, pantang menyerah, dll, bisa menguatkan jaringan sinaps. Hal ini tentu sangat mendukung kinerja otak untuk menghasilkan suatu karya besar dan bermanfaat.



Synaps merupakan selaput membran tipis yg merupakan jaringan penghubung antar sel otak. Ia-nya bisa menguat jika dilatih berpikir dan akan melemah jika tidak dilatih. Bahkan sebaliknya jaringan synaps bisa saja putus jika tidak dilatih alias pasif sehingga hubungan antar sel otak terganggu atau tidak produktif lagi.

Orang yg bekerja keras dan rutin melakukan suatu pekerjaan sampai tuntas, maka lambat laun produktivitasnya meningkat. Ini akan membuahkan hasil kerja bagus dan sering dihargai dengan penghasilan yg meningkat.
Orang yg rajin menuntut ilmu/belajar, maka kapasitas otaknya akan mengembang sehingga lebih mudah menyelesaikan suatu masalah dibanding org yg malas belajar.
Selain itu, orang yg terbiasa melatih otak dengan menghadapi berbagai macam kesulitan hidup, akhirnya akan dimudahkan Tuhan dalam mencapai cita-cita karena sambungan sel-sel dan jaringan dalam otaknya mampu menghasilkan sinergi kerja yg harmonis, respon saraf sensorik dan motoriknya bisa menghasilkan karya-karya berguna.


dan Jurnal: Arvind Kumar, Mayank R. Mehta. Frequency-Dependent Changes in NMDAR-Dependent (UCLA – USA)

Okay,...kita sdh tau fungsi sinaps dan manfaat jika memaksimalkan. Bagaimana dengan mudarat nya? Atau kerugiannya (jika tidak dimkasimalkan).

Yang jelas jika kita berhenti, mengurangi aktivitas, malah menghindari pekerjaan/kegiatan tentang yang menggunakan otak, maka fungsi otak (terutama memory) akan menurun.

 Berikut ini, beberapa kebiasaaan/hal yang perlu diwaspadai karena dapat  menurunkan fungsi otak adalah:

1.       Menyimpan nomer hp orang lain, hanya didalam hp sendiri. Sehingga jika hp itu hilang maka ingatan ttg nomer hp org tersebut juga hilang. Ini juga berlaku tentang data-data lain yang hanya kita simpan di hp/komputer.

2.       Kebiasaan menggunakan kalkulator, walaupun banyak instansi perbankan yang melakukan perekrutan karyawan adalah orang terampil berhitung namun pada kenyataannya di tempat kerja mereka menggunakan kalkulator.

3.       Memotret makanan sebelum dimakan, menurut hemat saya (CMIIW) kebiasaan ini sudah banyak dilakukan orang sejak fasilitas jejaring sosial muncul di internet. Kebiasaan ini bisa menurunkan fungsi ingatan karena, semua kode visual  tentang makanan itu tidak tersimpan dalam otak. Dan hal itu disengaja! Bahkan jika kita ingin mengingat kembali tentang (seperti apa) makanan tersebut, kita harus buka2 kembali dimana foto itu tersimpan.

4.       Kekhawatiran overload capacity, banyak orang yang di usia pensiun diatas 65tahun yang terkena gejala-gejala mirip pikun.Ini disebabkan minimnya aktivitas otak yang dilakukan. Otak akan terus berkembang, jika terus dilatih, atau digunakan dengan cara yang tepat. Jika sudah memasuki usia pensiun, pilihan bermain game komputer, mengisi teka-teki silang, sudoku, merupakan hal baik untuk dilakukan.

5.       Melewati jalan yang sama menuju tempat kerja/aktivitas. Ini biasa dilakukan orang setiap hari. Akan tetapi, jika ini dilakukan terus menerus dan bertahun-tahun, maka sinaps pada otak akan semakin sedikit bekerja dan merekam hal baru. Jika memang harus melewati jalan itu, coba variasikan kegiatan-kegiatan saat berada dalam perjalanan.

6.       Kurangnya aktivitas hobby dilakukan, bisa menghambat proses kreatif yang seharusnya dilakukan oleh fungsi otak bagian kanan. Padahal ini bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana rileks dan menenangkan.

7.       Tidak pernah menselaraskan fungsi otak kanan-kiri. >> brain gym

Dalam pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar yang berkaitan dengan fungsi otak (hipnoterapi dsb) yang saya lakukan, saya selalu menyempatkan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangsang otak agar aktif kembali. Ini dilakukan agar orang/peserta yang hadir bisa lebih mudah memahami materi dan menyadari pentingnya memaksimalkan kinerja otak.

Narasumber 
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt 
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com


Alamat  
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi 
Jam Kerja (dengan perjanjian) 
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114 
Telp. 0821 3000 8049 
Email : info@duniaacc.com  

 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang

MENGUBAH SUGESTI dan MOTIVASI

Sewaktu masa SMA dengan gank dan saling berbagi cerita atau mencari nasehat dari kawan lebih senior.
Ada berbagai nasehat dari para senior waktu itu. Yang paling laris adalah dari seorang kawan senior saya sebutlah Mr X. Cowok ini dikenal sebagai player atau playboy, dalam satu waktu selalu punya pacar lebih dari satu cewek. Menurutnya playboy itu bukan gonta-ganti pacar, namun punya pacar sekaligus banyak cewek. Nah Mr X ini punya nasihat begini : “Kalau mau cari pacar, rahasianya ada dua!” Kontan nasehatnya ini langsung mendapat perhatian penuh, dengan mata berbinar, telinga menegak dari pada junior-nya. Berikut ini rahasianya :
Carilah pacar yang paling cantik dalam komunitasmu! Tanya kenapa?
Karena saingannya dikit, banyak cowok nggak berani ndeketin cewek cantik. Cuman berani ngomongin saja.
Carilah pacar yakni cewek yang sudah punya pacar! Tanya kenapa?
Karena saingannya cuman satu, ya pacarnya itu.
Hahaha, luar biasa dahsyat nasehatnya, menumbangkan semua asumsi yang ada di kepala laki-laki pada umumnya. Karena yang ngomong sudah membuktikan dirinya sebagai player, maka tak pelak lagi nasehat itu lantas menjadi semacam kredo bagi kawan-kawan saya dalam mencari pacar. Bahkan ada seorang kawan cewek yang juga ikut-ikutan menerapkan kredo ini dalam mencari cowok.
Menyambungkan kisah diatas dengan judul artikel ini, ada sebuah kisah yang diucapkan oleh seorang trainer NLP kawakan Amerika yang berinisial RJ. “Wanita cantik akan membuat seorang laki-laki terhipnotis.” RJ bahkan berani bertaruh, laki-laki manapun bahkan yang paling jago konsentrasi seperti penjaga menara lapangan terbang, akan tetap terhipnotis apabila didepannya tiba-tiba berdiri seorang wanita cantik dengan baju thong-bikini. Penjaga menara ini akan langsung terhipnotis dalam kondisi cataleptis dengan lidah kelu “agh…aagh… agh…”. Hehehe, metafora yang menarik.
Nah RJ melanjutkan, cukup dengan kehadirannya, seorang wanita cantik sudah secara alami bisa menghipnotis laki-laki. Artinya, wanita cantik, secara alami sudah merupakan anchor “kataleptis - lidah kelu” bagi sebagian besar laki-laki. Nah ini khan suatu situasi yang merugikan bagi laki-laki, ter-sugestir pada suatu state of mind hypnotic yang tidak berdaya. Anda mungkin juga pernah mengalaminya saat di kendaraan umum semacam bis, kereta api atau pesawat. Adalah impian banyak laki-laki jika suatu hari mendapatkan kesempatan duduk bersebelahan dengan seorang HB 9 (Hot Babe bernilai 9: coined by RJ) saat naik pesawat. Namun apa daya -saat impian itu kesampaian- di pesawat ternyata sebelahnya cewek sangat cuantiiik dan seksi, wah, langsung deh lidah si cowok malah jadi kelu. Ya iya lah ….
Inilah yang juga mengilhami filem-filem spionase barat seperti Matahari, James Bond dan lainnya, yang sering menampilkan bagaimana seorang agen wanita cantik akan lebih mudah memperoleh ‘hasil’, karena para lelaki yang menjadi lawannya menjadi kehilangan akal sehat. Meskipun kemudian skenarionya tetap saja pasaran…. “jagoan selalu menang belakangan…”
Pertanyaannya kemudian, apa yang bisa dilakukan laki-laki supaya sugesti ini bisa hilang? Atau gunakan pertanyaan lain yang lebih baik, bisakah sugesti alami ini saya ganti dengan cara yang justru menguntungkan? Misal, bila melihat wanita cantik, justru kita ter-sugesti menjadi percaya diri, powerful, dan seterusnya. Apakah mungkin? Bisakah kita disain demikian? Tentu saja bisa…,
Nah, sampai di sini kita bisa STOP memikirkan mengenai cara mencari cewek, dan segera MULAI memikirkan betapa powerfulnya kekuatan sugesti, bahkan sugesti alami seperti itu. Secara mudah kita langsung menyadari bahwa sugesti bisa menjadi sahabat atau mungkin malah menjadi musuh.
Mari kita pikirkan, apa saja sugesti alami yang bisa berdampak buruk pada manusia pada umumnya? Mari kita list dibawah ini, dan silahkan Anda menambah daftar di komentar di bawah.
Slip gaji, adalah sugesti alami yang mampu membangkitkan rasa senang sebentar, kemudian langsung diikuti rasa kesal. Senang karena dapat gaji, kesal karena banyak potongan… Hehehe
Meja Kerja, adalah sugesti alami yang bisa berefek buruk atau baik. Jika meja kerja dan kursi di kantor Anda menimbulkan efek buruk, segera ganti layout atau ubah warna alas meja.
Dompet Kosong, adalah sugesti alami yang menggenerate rasa malas untuk bergerak, langsung menimbulkan rasa miskin, kekurangan uang. Akibatnya vibrasi yang kita pancarkan negatif dan menarik lebih banyak kekurangan ke diri sendiri.
Ujung jarum suntik, merupakan sugesti rasa takut / ngeri bagi sebagaian orang, karena waktu kecil disuntik secara paksa, ditambah habituasi dari orang tuanya secara berkelanjutan, yangsuka mengatakan “Awas kalau kamu nakal, nanti disuntik Dokter lho…!”
Peluit Polisi, sugesti pengin lari….., padahal harusnya berhenti. Tanya kenapa? Karena figur Polisi sudah terkadung berasosiasi dengan perasaan apa pada diri Anda?
 
Narasumber 
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt 
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com


Alamat  
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi 
Jam Kerja (dengan perjanjian) 
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114 
Telp. 0821 3000 8049 
Email : info@duniaacc.com  

 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang

Kata-kata dan Emosi

Mulutmu Harimau mu. –Peribahasa Indonesia-
 
Saya yakin anda pasti tahu atau mengenal kata afirmasi (affirmation). Affirmation, kalau menurut kamus elektronik Encarta mempunyai makna ?declare something to be true: to declare positively that something is true? (menyatakan sesuatu sebagai hal yang benar)  atau ?declare support for something: to declare support or admiration for somebody or something?(menyatakan dukungan terhadap seseorang atau sesuatu).
Afirmasi sangat populer digunakan sebagai alat untuk memprogram ulang pikiran kita. Saya juga membahas mengenai hal ini pada artikel sebelumnya. Dalam kesempatan ini saya ingin mengulas afirmasi dengan cara yang agak berbeda. Saya membahas afirmasi sebagai bagian dari komunikasi kita sehari-hari baik yang bersifat verbal maupun nonverbal. Apa maksudnya?
Selama ini kita telah terprogram bahwa afirmasi adalah kalimat yang kita pilih secara khusus untuk kita baca berulang-ulang, seperti layaknya mantra, agar dapat mempengaruhi pikiran kita. Dengan demikian diharapkan akan terjadi perubahan pada diri kita.
Kita, selama ini, jarang memperhatikan pilihan kata yang kita gunakan saat kita berkomunikasi. Coba anda renungkan sejenak. Bagaimanakah pola komunikasi anda selama ini. Apakah saat suatu bentuk pikiran (thought) muncul di pikiran (mind) anda langsung bicara ataukah anda memperhatikan dengan saksama pilihan kata yang anda gunakan?
Mengapa kita perlu hati-hati dalam memilih kata? Setiap kata mempunyai kekuatan dalam memprogram pikiran kita. Kata yang kita gunakan ini, suka atau tidak, sebenarnya adalah adalah afirmasi yang sangat dahsyat efeknya. Kata yang kita gunakan, secara sadar atau tidak, menentukan level dan kualitas berpikir kita.
Nah, sebelum saya lanjutkan, coba rasakan di hati anda apa perasaan yang muncul saat saya berkata, ^Cinta^, ^Sukses^, ^Bahagia^,^KasihSayang^,^Tenang^,^Indah^, ^Damai^,^Pengorbanan^,^Benci^, ^Bangsat^, ^Jahanam^, ^Diperkosa^.
Bisakah anda merasakan bedanya? Untuk lebih jelas merasakannya coba anda baca satu kata lalu tutup mata anda dan ulangi kata itu di dalam hati. Setelah itu baca kata lainnya lagi.
Bila anda melakukan dengan sungguh-sungguh maka di hati anda pasti akan muncul perasaan yang sejalan dengan kata yang anda ucapkan. Pertanyaannya sekarang adalah,?Mengapa hanya dengan mengucapkan suatu kata kita langsung merasakan suatu emosi??
Pikiran kita bekerja bukan berdasarkan kata-kata. Pikiran bekerja dengan menggunakan gambar. Saat suatu kata kita ucapkan atau pikirkan maka pikiran akan langsung mengubah kata itu menjadi suatu gambar, di dalam pikiran kita, yang sejalan dengan pengalaman hidup kita, yang berhubungan dengan kata itu.
Misalnya? Ambil kata “Cinta”. Saat kita mengucapkan atau memikirkan kata “Cinta”maka pikiran kita akan mengubahnya menjadi gambar ayah atau ibu, istri atau anak, pacar, gambar hati, hari pernikahan, saat-saat indah pacaran, atau mungkin mantan kekasih. Selanjutnya gambar ini membangkitkan emosi yang terkait dengannya. Selanjutnya emosi ini akan membangkitkan emosi lainnya. Demikian selanjutnya.
Contoh saya di atas adalah kata yang berdiri sendiri. Bagaimana kalau sudah dirangkai menjadi kalimat? Wah ini jauh lebih dahsyat lagi efeknya. Coba, sekali lagi, anda rasakan di hati anda perbedaan kalimat berikut ini:
1. Massa menghakimi pencuri ayam hingga tewas
2. Massa menghajar pencuri ayam hingga tewas
3. Massa menganiaya pencuri ayam hingga tewas
4. Massa menyiksa pencuri ayam hingga tewas
Efek perasaan negatip ini akan lebih kuat bila anda membaca setiap kalimat dengan sungguh-sungguh dan menggunakan intonasi atau tekanan suara.
Sekarang, saya perlu menetralisir perasaan negatip di hati anda, karena mendengar kalimat-kalimat di atas dengan perasaan positip. Coba rasakan kalimat berikut:
“Cinta kasih Ibu begitu tulus, hangat, dan tanpa syarat mengisi relung hati dan jiwaku, menguatkan dan sekaligus meneguhkan hatiku. Terima kasih Ibu”
Setiap kata atau kalimat yang memberikan pengaruh negatip, karena membangkitkan emosi negatip, harus kita hindari. Mengapa? Emosi negatip ini sangat merugikan diri kita karena bersifat sebagai lintah energi. Emosi negatip ini akan menguras energi psikis kita. Satu prinsip emosi yang jarang orang perhatikan adalah bahwa emosi, baik positip maupun negatip, akan semakin kuat bila sering diakses atau dirasakan.
Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini.
Pertama, kita memilih kosa kata dengan saksama dan bijak. Pilihlah kosa kata yang mempunyai efek positip. Kalaupun terpaksa menggunakan kata yang agak negatip maka kita perlu menyatakannya dengan cara yang positip. Misalnya anda merasa tersinggung. Daripada berkata “Saya tersinggung atas pernyataannya” anda akan lebih positip bila berkata “Saya kurang setuju dengan pernyatannya”. Kalimat kedua selain lebih positip karena tingkat intensitas emosinya lebih rendah juga lebih intelek. Kalau anda kurang setuju maka anda pasti punya alasan sehingga bisa terjadi diskusi atau komunikasi yang konstruktif. Kalau anda tersinggung maka anda dikuasai emosi sehingga sulit berpikir jernih.
Kedua, kita mengurangi atau kalau bisa menghindari sama sekali membaca berita-berita negatip.
Ketiga, menghindari berita televisi yang negatip.
Keempat, menghindari kawan atau lingkungan yang negatip, yang sudah tentu banyak menggunakan kosa kata negatip.
Selain mengurangi atau menghindari yang negatip kita perlu memperbanyak pemakaian kosa kata positip yang mempunyai efek kuat. Rasakan bedanya kalimat ini, “Pikiran saya tenang” dan “Pikiran saya damai”,”Saya suka mendengar program radio ini” dan “Saya sangat menikmati mendengar program radio ini”, ?
Oh ya, selain perlu hati-hati memilih kosa kata kita juga perlu mengembangkan perbendaharaan kata. Semakin banyak kosa kata seseorang biasanya semakin baik kemampuannya mengutarakan isi hati dan pikirannya. Dengan demikian akan semakin efektif ia melakukan afirmasi, komunikasi dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, yang tentunya berpengaruh dalam memprogram pikirannya.
Narasumber  
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt  
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com 

Alamat  
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi 
Jam Kerja (dengan perjanjian) 
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114 
Telp. 0821 3000 8049 
Email : info@duniaacc.com  

 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang

Membingkai kata-kata, membingkai sifat positif

Kata-kata tidak hanya merepresentasikan, tapi juga 'membingkai' (framing) pengalaman seseorang. 'Membingkai' dalam arti membawa aspek-aspek tertentu sebagai latar depan (foreground) dan meninggalkan sisanya sebagai latar belakang (background).
Ambil contoh kata "tapi", "dan" serta "meskipun". Tatkala kita menghubungkan dua pengalaman menjadi satu dengan memakai kata hubung yang berbeda tadi, efeknya akan mengarahkan fokus perhatian kita pada aspek yang berbeda dari pengalaman-pengalaman itu.
(1) "Hari ini cerah tapi besok akan turun hujan," ini memfokuskan perhatian kita lebih pada 'besok akan turun hujan' dan sering mengabaikan kenyataan bahwa 'hari ini cerah'.
(2) Bila seseorang menghubungkan dua pengalaman berbeda itu dengan kata "dan" - contohnya., "Hari ini cerah dan esok akan turun hujan" - kedua pengalaman diatas sama-sama ditekankan.
(3) Bila seseorang berkata,"Hari ini cerah meskipun esok akan turun hujan," efeknya akan memfokuskan perhatian kita lebih pada pernyataan pertama - yakni hari ini cerah - dan meninggalkan lainnya sebagai latar belakang.
Jenis membingkai ulang (reframing) ini tetap, apapun konten yang sedang dibicarakan. Contoh:
(1) "Hari ini saya bahagia tapi saya tahu hal ini takkan berlangsung lama;"
(2) "Hari ini saya bahagia dan saya tahu hal ini takkan berlangsung lama;" dan
(3) "Hari ini saya bahagia meskipun saya tahu hal ini takkan berlangsung lama," akan menciptakan perubahan dalam penekanan yang mirip dengan contoh cuaca diatas.
Hal serupa muncul dalam pernyataan berikut:
(1) "Saya ingin meraih cita2 saya tapi saya punya sebuah masalah;"
(2) "Saya ingin meraih cita2 saya dan saya punya sebuah masalah;" dan
(3) "Saya ingin meraih cita2 saya meskipun saya punya sebuah masalah."
Ketika struktur semacam ini muncul dalam banyak konten dengan cara yang sama, kita menyebutnya sebagai pola (pattern). Beberapa orang, misalnya, punya kebiasaan (pola) dimana mereka sering mengabaikan sisi positif dari pengalamannya dengan kata "tapi".
 
Jenis framing seperti ini dapat secara signifikan mempengaruhi cara kita menilai sebuah masalah dan merespon sebuah situasi. Mari kita lihat pernyataan ini:
*) "Anda dapat melakukan apapun yang anda inginkan, kalau anda mau bekerja cukup keras."
Ini sebuah keyakinan yang mantap dan mendorong (empowering). Pernyataan di atas menghubungkan dua pengalaman dalam relasi sebab-akibat: "melakukan apapun yang anda inginkan" dan "bekerja cukup keras."
"Melakukan apapun yang anda inginkan" adalah sesuatu yang sangat memotivasi. "Bekerja cukup keras" adalah sesuatu yang tidak terlalu diinginkan. Karena keduanya ditautkan, dimana pernyataan: "anda dapat melakukan apapun yang anda inginkan" diletakkan sebagai latar depan (foreground), akibatnya akan menciptakan sebuah motivasi yang kuat, karena mengaitkan sebuah impian atau harapan dengan sumberdaya yang diperlukan untuk membuatnya menjadi kenyataan.
Perhatikan apa yang terjadi bila anda membalik urutan pernyataan diatas dan mengatakan,"Bila anda mau bekerja cukup keras, anda dapat melakukan apapun yang anda inginkan." Meskipun pernyataan ini menggunakan kata-kata yang sama persis, efeknya akan berkurang, karena keinginan untuk "bekerja cukup keras" telah diletakkan sebagai latar depan. Ini seakan lebih seperti upaya untuk meyakinkan seseorang agar bekerja cukup keras daripada penekanan bahwa "anda dapat melakukan apapun yang anda inginkan."
Dalam bingkai yang kedua ini, " melakukan apapun yang anda inginkan" muncul lebih sebagai ganjaran untuk "bekerja keras." Pada pernyataan pertama, keinginan untuk "bekerja keras" dibingkai sebagai sumberdaya internal untuk "melakukan apapun yang anda inginkan." Perbedaan ini, meski kecil, dapat membuat efek besar pada bagaimana pesan diterima dan dipahami.
Reframing "meskipun"
Memahami pola-pola verbal memungkinkan kita memilih moda linguistik mana yang dapat membantu kita menajamkan dan mempengaruhi arti yang kita persepsikan. Sebagai contoh adalah membingkai ulang "meskipun". Teknik ini dipakai dengan menggunakan kata "meskipun" untuk mengganti kata "tapi" dalam setiap kalimat dimana kata "tapi" sedang digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi pengalaman positif seseorang.
 Algoritmanya sebagai berikut:
1. Kenali sebuah pernyataan dimana sebuah pengalaman positif   'di korupsi' dengan kata "tapi."
Misalkan., "Saya menemukan sebuah solusi dari masalah saya, tapi hal ini akan muncul lagi nanti."
2. Sisipkan kata "meskipun" sebagai pengganti kata "tapi," dan perhatikan bagaimana hal ini mengubah fokus perhatian anda.
"Saya menemukan sebuah solusi dari masalah saya, meskipun hal ini akan muncul lagi nanti."
Struktur ini membuat orang mempertahankan fokus positif serta menyeimbangkan persepsinya. Dalam terapi dan coaching teknik ini terbukti ampuh untuk orang yang punya kebiasaan mengatakan "Ya, tapi…."
 
#artikel ini adalah rangkuman saat  mengisi program "Smart Human" di Smart FM Palembang.
Narasumber  
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt  
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com  


Alamat
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi
Jam Kerja (dengan perjanjian)
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114
Telp. 0821 3000 8049
Email : info@duniaacc.com  
 
 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang

*****MEWASPADAI KARAKTER ANAK DALAM ERA DIGITAL****

Musim liburan sekolah saat ini, dimanfaatkan orang untuk berlibur, rekreasi, berkunjung ke rumah famili, shopping, bermain, santai,  dan biasanya menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersenang-senang atau melakukan hobby mereka.  Hal ini dilakukan oleh semua usia, dari anak-anak hingga dewasa.  
Hal menarik yang saya perhatikan belakangan ini adalah, maraknya permainan digital atau video game digemari oleh anak-anak dimusim liburan ini. Sebagian besar anak-anak tersebut berusia 8 -15 tahun. Mereka bermain dirumah, ditempat persewaan atau bahkan di pusat perbelanjaan, bermain sendiri, bersama teman, atau ditemani oleh orantuanya.
Sayang sekali, banyak diantara permainan itu berbau kekerasan, unsur sex, bahkan menggunakan kalimat/kata-kata kasar.
Padahal, usia anak-anak adalah fase menyerap semua informasi, tanpa menganalisa lebih mendalam terhadap informasi yang diterimanya. Pada usia 8 – 15 tahun, manusia belum bisa memaksimalkan fungsi filter pikiran mereka. Apalagi, saat mereka bermain mereka bermain dengan sangat senang dan sering terhanyut dalam permainan hingga lupa waktu, makan, dsb.
Dampak yang sangat serius saya perhatikan 2 hari yang lalu, ketika saya datang ke sebuah warnet utk sebuah urusan. Di dalam warnet yang terisi hampir penuh itu, saya mendapatkan setidaknya ada 5 – 6 anak usia 8 – 15 tahun sedang asyik bermain game online. Ditengah-tengah permainan, saya dikagetkan juga berkali-kali karena mereka melontarkan kata-kata makian dengan suara yang cukup keras. Kata-kata itu ada yg berbahasa Palembang dan bahasa Indonesia. Cukup tragis karena, para orang dewasa yang ada di sana tetap cuek dan meneruskan kegiatan masing-masing. Pemandangan yang sama juga saya temui saat melihat lokasi persewaan video game dengan layar tv besar di beberapa pusat perbelanjaan di Palembang.
Sebagai  konselor saya sering sekali di minta oleh para orangtua untuk melakukan terapi pada anak-anak mereka yang sudah kecanduan bermain video game. Namun tidak sedikit juga yang saya tolak, ya benar saya menolaknya. Karena sebagian besar kecanduan game, justru disebabkan pembiaran (permisif) oleh orangtua tanpa pengawasan yang cukup terhadap aktivitas anaknya. Saat akan dilakukan terapi, anak-anak tersebut jelas saja tidak mau. Dan mereka menolak dengan keras, saat dipaksa terus oleh ortunya.
Sebelum keadaan semakin tidak terkendali, kita bisa melakukan kiat2 berikut agar pembentukan karakter anak tetap sesuai norma, dan mencegah kecanduan pengaruh dunia digital.
Kiat-kiat ‘smart’ :
  1. Pilih permainan yang sesuai dengan RATINGnya, atau pilih permainan yang sesuai USIA. Di Amerika aturan rating banyak sekali dalam game, Children, Teenager, Tenager+, Adult, dsb ada juga Negara-negara lain yang memberi rating Soft, Soft Intermediate, Parental Advisory, Hardcore dsb. Tidak semua tampilan kartun, dibuat untuk anak-anak.
Beberapa game yang bisa dikategorikan bukan untuk konsumsi anak dibawah 18 tahun adalah:
·         GTA (Grand Thief Auto) All version dikarenakan isinya hanya KEKERASAN, DIAJARKAN BERBUAT KRIMINAL,Ucapan-ucapan kasar, Tampilan SEX, dan tidak ada content(muatan) yang mengedukasi. Ini berlaku untuk versi PS ataupun Game Komputer.
·         Counter Strike, Point Blank, dan sejenisnya. Adalah game simulasi pasukan tentara yang menangani teroris. Isinya sarat dengan kekerasan, dan ada tampilan yang mengandung kekerasan seperti bercak darah setiap kali tertembak dsb.
·         The SIMS 2, adalah permainan dalam membangun rumah dan isinya. Sepintas sepertinya tidak ada masalah anak-anak memainkannya, namun apabila diperhatikan hingga level2 berikutnya. Ada kegiatan “manusiawi” yang diperankan oleh tokoh dalam game itu untuk kelangsungan hidupnya. Seperti mencari pacar,  berciuman, hingga berhubungan seperti suami istri. Jelas sekali ini bukan konsumsi anak2.
·         Dsb
  1. Berikan pilihan mainan yang beragam sejak dini. Permainan yang melingkupi kegiatan dalam dan luar ruang. Dan buat aturan yang menyenangkan saat memainkannya.
  2. Tegaslah pada diri sendiri, jangan mentolerir game-game yang mengandung kekerasan.
  3. Masuk dan pelajari (cari tahu) tentang permainan itu dari Media atau orang-orang lain yang di anggap lebih tahu.
  4. Luangkan waktu berkualitas bagi anak, lebih banyak pada musim liburan.
Dalam banyak sisi, game2 tersebut adalah pembentukan karakter anak menjadi “negatif”. Hal ini disebabkan, tampilan, ucapan-ucapan, kegiatan/aksi, yang dilakukan seakan “baik-baik” saja utk dilakukan. Sehingga suatu saat, anak-pun akan merasa nyaman saat melakukannya. Makanya tidaklah heran, apabila minimnya pengawasan dari orang tua tiba-tiba dikejutkan saat terjadi peristiwa kekerasan/pelanggaran hukum oleh anaknya.
Smart Listener, mulai saat ini dan setrusnya, kita sebagai orangtua. Harus bisa menyesuaikan diri dalam mendidik anak. Karena pendidikan yang terbaik adalah mendidik anak sesuai dengan masanya.
 
SELAMAT MENCOBA, SUKSES UNTUK KITA SEMUA.
#artikel ini adalah rangkuman saat  mengisi program "Smart Human" di Smart FM Palembang.
Narasumber  
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt  
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com  

Alamat
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi
Jam Kerja (dengan perjanjian)
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114
Telp. 0821 3000 8049
Email : info@duniaacc.com  
 
 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang