Minggu, 27 Agustus 2017

Kata-kata dan Emosi

Mulutmu Harimau mu. –Peribahasa Indonesia-
 
Saya yakin anda pasti tahu atau mengenal kata afirmasi (affirmation). Affirmation, kalau menurut kamus elektronik Encarta mempunyai makna ?declare something to be true: to declare positively that something is true? (menyatakan sesuatu sebagai hal yang benar)  atau ?declare support for something: to declare support or admiration for somebody or something?(menyatakan dukungan terhadap seseorang atau sesuatu).
Afirmasi sangat populer digunakan sebagai alat untuk memprogram ulang pikiran kita. Saya juga membahas mengenai hal ini pada artikel sebelumnya. Dalam kesempatan ini saya ingin mengulas afirmasi dengan cara yang agak berbeda. Saya membahas afirmasi sebagai bagian dari komunikasi kita sehari-hari baik yang bersifat verbal maupun nonverbal. Apa maksudnya?
Selama ini kita telah terprogram bahwa afirmasi adalah kalimat yang kita pilih secara khusus untuk kita baca berulang-ulang, seperti layaknya mantra, agar dapat mempengaruhi pikiran kita. Dengan demikian diharapkan akan terjadi perubahan pada diri kita.
Kita, selama ini, jarang memperhatikan pilihan kata yang kita gunakan saat kita berkomunikasi. Coba anda renungkan sejenak. Bagaimanakah pola komunikasi anda selama ini. Apakah saat suatu bentuk pikiran (thought) muncul di pikiran (mind) anda langsung bicara ataukah anda memperhatikan dengan saksama pilihan kata yang anda gunakan?
Mengapa kita perlu hati-hati dalam memilih kata? Setiap kata mempunyai kekuatan dalam memprogram pikiran kita. Kata yang kita gunakan ini, suka atau tidak, sebenarnya adalah adalah afirmasi yang sangat dahsyat efeknya. Kata yang kita gunakan, secara sadar atau tidak, menentukan level dan kualitas berpikir kita.
Nah, sebelum saya lanjutkan, coba rasakan di hati anda apa perasaan yang muncul saat saya berkata, ^Cinta^, ^Sukses^, ^Bahagia^,^KasihSayang^,^Tenang^,^Indah^, ^Damai^,^Pengorbanan^,^Benci^, ^Bangsat^, ^Jahanam^, ^Diperkosa^.
Bisakah anda merasakan bedanya? Untuk lebih jelas merasakannya coba anda baca satu kata lalu tutup mata anda dan ulangi kata itu di dalam hati. Setelah itu baca kata lainnya lagi.
Bila anda melakukan dengan sungguh-sungguh maka di hati anda pasti akan muncul perasaan yang sejalan dengan kata yang anda ucapkan. Pertanyaannya sekarang adalah,?Mengapa hanya dengan mengucapkan suatu kata kita langsung merasakan suatu emosi??
Pikiran kita bekerja bukan berdasarkan kata-kata. Pikiran bekerja dengan menggunakan gambar. Saat suatu kata kita ucapkan atau pikirkan maka pikiran akan langsung mengubah kata itu menjadi suatu gambar, di dalam pikiran kita, yang sejalan dengan pengalaman hidup kita, yang berhubungan dengan kata itu.
Misalnya? Ambil kata “Cinta”. Saat kita mengucapkan atau memikirkan kata “Cinta”maka pikiran kita akan mengubahnya menjadi gambar ayah atau ibu, istri atau anak, pacar, gambar hati, hari pernikahan, saat-saat indah pacaran, atau mungkin mantan kekasih. Selanjutnya gambar ini membangkitkan emosi yang terkait dengannya. Selanjutnya emosi ini akan membangkitkan emosi lainnya. Demikian selanjutnya.
Contoh saya di atas adalah kata yang berdiri sendiri. Bagaimana kalau sudah dirangkai menjadi kalimat? Wah ini jauh lebih dahsyat lagi efeknya. Coba, sekali lagi, anda rasakan di hati anda perbedaan kalimat berikut ini:
1. Massa menghakimi pencuri ayam hingga tewas
2. Massa menghajar pencuri ayam hingga tewas
3. Massa menganiaya pencuri ayam hingga tewas
4. Massa menyiksa pencuri ayam hingga tewas
Efek perasaan negatip ini akan lebih kuat bila anda membaca setiap kalimat dengan sungguh-sungguh dan menggunakan intonasi atau tekanan suara.
Sekarang, saya perlu menetralisir perasaan negatip di hati anda, karena mendengar kalimat-kalimat di atas dengan perasaan positip. Coba rasakan kalimat berikut:
“Cinta kasih Ibu begitu tulus, hangat, dan tanpa syarat mengisi relung hati dan jiwaku, menguatkan dan sekaligus meneguhkan hatiku. Terima kasih Ibu”
Setiap kata atau kalimat yang memberikan pengaruh negatip, karena membangkitkan emosi negatip, harus kita hindari. Mengapa? Emosi negatip ini sangat merugikan diri kita karena bersifat sebagai lintah energi. Emosi negatip ini akan menguras energi psikis kita. Satu prinsip emosi yang jarang orang perhatikan adalah bahwa emosi, baik positip maupun negatip, akan semakin kuat bila sering diakses atau dirasakan.
Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini.
Pertama, kita memilih kosa kata dengan saksama dan bijak. Pilihlah kosa kata yang mempunyai efek positip. Kalaupun terpaksa menggunakan kata yang agak negatip maka kita perlu menyatakannya dengan cara yang positip. Misalnya anda merasa tersinggung. Daripada berkata “Saya tersinggung atas pernyataannya” anda akan lebih positip bila berkata “Saya kurang setuju dengan pernyatannya”. Kalimat kedua selain lebih positip karena tingkat intensitas emosinya lebih rendah juga lebih intelek. Kalau anda kurang setuju maka anda pasti punya alasan sehingga bisa terjadi diskusi atau komunikasi yang konstruktif. Kalau anda tersinggung maka anda dikuasai emosi sehingga sulit berpikir jernih.
Kedua, kita mengurangi atau kalau bisa menghindari sama sekali membaca berita-berita negatip.
Ketiga, menghindari berita televisi yang negatip.
Keempat, menghindari kawan atau lingkungan yang negatip, yang sudah tentu banyak menggunakan kosa kata negatip.
Selain mengurangi atau menghindari yang negatip kita perlu memperbanyak pemakaian kosa kata positip yang mempunyai efek kuat. Rasakan bedanya kalimat ini, “Pikiran saya tenang” dan “Pikiran saya damai”,”Saya suka mendengar program radio ini” dan “Saya sangat menikmati mendengar program radio ini”, ?
Oh ya, selain perlu hati-hati memilih kosa kata kita juga perlu mengembangkan perbendaharaan kata. Semakin banyak kosa kata seseorang biasanya semakin baik kemampuannya mengutarakan isi hati dan pikirannya. Dengan demikian akan semakin efektif ia melakukan afirmasi, komunikasi dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, yang tentunya berpengaruh dalam memprogram pikirannya.
Narasumber  
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt  
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com 

Alamat  
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi 
Jam Kerja (dengan perjanjian) 
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114 
Telp. 0821 3000 8049 
Email : info@duniaacc.com  

 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang