Minggu, 27 Agustus 2017

Mempekerjakan otak!

Sebelum lebih banyak bercerita tentang otak, saya ingin berbagi sebuah quote dari Tony Buzan: Your brain is just like a sleeping giant. .. sudah pernah tau?
 

Otak adalah benda luarbiasa yang dimiliki manusia, saat berusia dua tahun, Anda mulai berkomunikasi dengan bahasa (bahasa bayi/isyarat tentunya). Hebatnya, keterampilan tersebut dapat Anda kuasai tanpa buku tata bahasa dan sekolah. Saat berusia belum sampai lima tahun, Anda sudah mempelajari 90% dari semua kata yang orang dewasa sering gunakan dalam kehidupannya. Jika Anda tinggal bersama orang yang menggunakan lebih dari satu bahasa, mungkin Anda akan lancar menggunakan kedua bahasa tersebut. Pada usia enam atau tujuh tahun, Anda menjalani tugas belajar tersulit yaitu belajar membaca. Sampai pada akhirnya Anda dapat membaca tulisan ini tanpa ada satupun kesulitan.

Sudah banyak yang menyatakan bahwa otak itu lebih canggih dari super computer sekalipun.

Otak seorang yang normal dan sehat memiliki sekitar 200 miliar sel saraf, yang terhubung satu sama lain melalui ratusan triliun sinaps (penghubung satu neuron dan neuron berikutnya). Sinaps berfungsi seperti mikroprosesor, dan 10.000 di antaranya bertugas menghubungkan satu neuron ke sel saraf lainnya.

peneliti dari Stanford University School of Medicine, yang telah menghabiskan waktunya beberapa tahun terakhir untuk membuat model rekayasa pencitraan baru tentang otak, yang disebutnya tomografi array (array tomography).

tim tidak langsung mengambil sampel manusia, melainkan tikus. Tikus dipilih karena otaknya secara biologis memiliki neuron lebih besar dan tampak dari kulit otak. Cahayanya kuning-hijau. Dengan adanya cahaya ini, peneliti jadi mampu melihat sinaps dengan latar belakang neuron.

Pada penelitiannya terhadap manusia, mereka menemukan bahwa otak manusia ternyata jauh lebih kompleks dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya, bahkan sampai ke titik di luar dugaan.

"Satu sinaps seperti sebuah mikroprosesor, lengkap dengan media penyimpanan dan elemen untuk memproses informasi, bukan sekadar tombol on dan off," kata Stephen Smith, profesor fisiologi molekuler dan seluler yang juga punya andil besar pada penelitian tersebut.

"Satu sinaps bisa menampung 1.000 tombol skala molekuler. Itu baru satu sinaps. Bisa dibayangkan, satu otak manusia memiliki berapa tombol. Bisa melebihi seluruh tombol komputer, router dan koneksi seluruh Internet yang ada di bumi," jelas Smith, yang dikutip VIVAnews dari Cnet, Minggu 21 November 2010.

cabang-cabang sinaps sangat tipis dan bisa terhenti pertumbuhannya jika otak tidak dilatih berpikir (menurunkan kinerja otak). Namun jika otak terbiasa kita latih berpikir seperti membaca, menulis, analisa sesuatu, berimajinasi, kreatif mencari terobosan, kerja keras, pantang menyerah, dll, bisa menguatkan jaringan sinaps. Hal ini tentu sangat mendukung kinerja otak untuk menghasilkan suatu karya besar dan bermanfaat.



Synaps merupakan selaput membran tipis yg merupakan jaringan penghubung antar sel otak. Ia-nya bisa menguat jika dilatih berpikir dan akan melemah jika tidak dilatih. Bahkan sebaliknya jaringan synaps bisa saja putus jika tidak dilatih alias pasif sehingga hubungan antar sel otak terganggu atau tidak produktif lagi.

Orang yg bekerja keras dan rutin melakukan suatu pekerjaan sampai tuntas, maka lambat laun produktivitasnya meningkat. Ini akan membuahkan hasil kerja bagus dan sering dihargai dengan penghasilan yg meningkat.
Orang yg rajin menuntut ilmu/belajar, maka kapasitas otaknya akan mengembang sehingga lebih mudah menyelesaikan suatu masalah dibanding org yg malas belajar.
Selain itu, orang yg terbiasa melatih otak dengan menghadapi berbagai macam kesulitan hidup, akhirnya akan dimudahkan Tuhan dalam mencapai cita-cita karena sambungan sel-sel dan jaringan dalam otaknya mampu menghasilkan sinergi kerja yg harmonis, respon saraf sensorik dan motoriknya bisa menghasilkan karya-karya berguna.


dan Jurnal: Arvind Kumar, Mayank R. Mehta. Frequency-Dependent Changes in NMDAR-Dependent (UCLA – USA)

Okay,...kita sdh tau fungsi sinaps dan manfaat jika memaksimalkan. Bagaimana dengan mudarat nya? Atau kerugiannya (jika tidak dimkasimalkan).

Yang jelas jika kita berhenti, mengurangi aktivitas, malah menghindari pekerjaan/kegiatan tentang yang menggunakan otak, maka fungsi otak (terutama memory) akan menurun.

 Berikut ini, beberapa kebiasaaan/hal yang perlu diwaspadai karena dapat  menurunkan fungsi otak adalah:

1.       Menyimpan nomer hp orang lain, hanya didalam hp sendiri. Sehingga jika hp itu hilang maka ingatan ttg nomer hp org tersebut juga hilang. Ini juga berlaku tentang data-data lain yang hanya kita simpan di hp/komputer.

2.       Kebiasaan menggunakan kalkulator, walaupun banyak instansi perbankan yang melakukan perekrutan karyawan adalah orang terampil berhitung namun pada kenyataannya di tempat kerja mereka menggunakan kalkulator.

3.       Memotret makanan sebelum dimakan, menurut hemat saya (CMIIW) kebiasaan ini sudah banyak dilakukan orang sejak fasilitas jejaring sosial muncul di internet. Kebiasaan ini bisa menurunkan fungsi ingatan karena, semua kode visual  tentang makanan itu tidak tersimpan dalam otak. Dan hal itu disengaja! Bahkan jika kita ingin mengingat kembali tentang (seperti apa) makanan tersebut, kita harus buka2 kembali dimana foto itu tersimpan.

4.       Kekhawatiran overload capacity, banyak orang yang di usia pensiun diatas 65tahun yang terkena gejala-gejala mirip pikun.Ini disebabkan minimnya aktivitas otak yang dilakukan. Otak akan terus berkembang, jika terus dilatih, atau digunakan dengan cara yang tepat. Jika sudah memasuki usia pensiun, pilihan bermain game komputer, mengisi teka-teki silang, sudoku, merupakan hal baik untuk dilakukan.

5.       Melewati jalan yang sama menuju tempat kerja/aktivitas. Ini biasa dilakukan orang setiap hari. Akan tetapi, jika ini dilakukan terus menerus dan bertahun-tahun, maka sinaps pada otak akan semakin sedikit bekerja dan merekam hal baru. Jika memang harus melewati jalan itu, coba variasikan kegiatan-kegiatan saat berada dalam perjalanan.

6.       Kurangnya aktivitas hobby dilakukan, bisa menghambat proses kreatif yang seharusnya dilakukan oleh fungsi otak bagian kanan. Padahal ini bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana rileks dan menenangkan.

7.       Tidak pernah menselaraskan fungsi otak kanan-kiri. >> brain gym

Dalam pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar yang berkaitan dengan fungsi otak (hipnoterapi dsb) yang saya lakukan, saya selalu menyempatkan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangsang otak agar aktif kembali. Ini dilakukan agar orang/peserta yang hadir bisa lebih mudah memahami materi dan menyadari pentingnya memaksimalkan kinerja otak.

Narasumber 
Benny Sutan Rajo Intan, S.Psi, MCH, CHt 
atau juga dikenal sebagai “Benny Boy” adalah praktisi Hipnoterapi, Trainer, dan Konselor dari Anbiya Creative Company (  A Psychological – Training Consultant). www.duniaACC.com


Alamat  
Anbiya Creative Company - Pusat Konseling dan Terapi 
Jam Kerja (dengan perjanjian) 
Jl. Tanjung Karang no. 23 RT 31, Komplek DPRD Kenten, Palembang 30114 
Telp. 0821 3000 8049 
Email : info@duniaacc.com  

 
#hipnoterapipalembang #hipnoterapiklinis #hipnoterapi #belajarhipnoterapiklinis #hipnoterapipositif #manfaathipnoterapi #kesehatan #jiwa #belajarhipnoterapi #psikologi  #biropsikologipalembang #konsultasipsikologi #psikologipalembang #psikis #konseling #konselingkeluarga #konsultasi #palembang #duniaACC #mentalblock #gagalmoveon #stress #depresi #fobia #selfhealing #bahagia #motivasi  #motivatorpalembang #motivator #outbound #outboundtherapy #terapi #seminarpalembang #pelatihanpalembang #trainerpalembang #narasumberpalembang #pembicarapalembang